BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten kotawaringin Timur menggelar latihan gabungan untuk mengantisipasi banjir pada puncak musim hujan yang diperkirakan akan terjadi pada April mendatang.
“Kami sedang melakukan cek peralatan sekaligus latihan gabungan dari beberapa instansi yang tergabung dalam tim siaga banjir,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotim, Sutoyo, Kamis (14/4/2016).
Latihan gabungan yang melibatkan BPBD Kotim, Basarnas, PMI, Senkom Mitra Polri, Dinas Kesehatan tersebut digelar di Pelabuhan Penyeberangan ferry Sampit-Seranau. Latihan itu melibatkan sedikitnya 37 personil gabungan.
Sejumlah peralatan milik BPBD Kotim dicek kondisinya.Jika terjadi bencana sewaktu-waktu maka peralatan tersebut dalam kondisi siap-siaga. Peralatan tersebut di antaranya perahu karet dan beberapa alat lainnya.“Tujuan kegiatan ini untuk memastikan kesiap-siagaan pada saat penanggulangan bencana. Sehingga pada saat bencana, baik personil maupun peralatan siap semua. Kemampuan personilpun siap termasuk peralatan, hanya saja peralatan masih belum lengkap,” ujar Sutoyo.
Pantauan Borneonews, tim gabungan mencoba menggunakan perahu karet menyisiri Sungai Mentaya. Hal itu untuk mengetahui apakah alat yang dimiliki BPBD bisa digunakan atau tidak.
Ia menambahkan, hasil rapat tim siaga, wilayah yang rawan bencana banjir di Utara Kotim seperti Kecamatan Bukit Santuai, Antang Kalang, Cempaga Hulu, Kotabesi serta Kecamatan Mentaya Hulu.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu siaga, sebab banjir sewaktu-waktu dapat terjadi. Untuk masyarakat di perkotaan disarankan agar tidak membuang sampah disembarang tempat agar saat intensitas hujan tinggi dan air laut pasang saluran air tidak tersumbat hingga terjadi banjir,” harapnya. (FI/B-7)






