PENURUNAN harga BBM oleh pemerintah bulan lalu tidakberpengaruh pada penjualan daging sapi. Di Kota Palangka Raya, harga dagingsapi tetap stabil. Yakni harga tertinggi sebesar Rp 125 ribu dalam 1 kilogram.

“Harganya ya tetap segitu. Tergantung jenis dagingseperti apa,” kata penjual daging sapi di Pasar Besar Palangka Raya, Suparnikepada Borneonews, Jumat (15/4/2016).

Di tempat dagangannya, tertempel pemberitahuan hargadaging sapi di wilayah Kota Palangka Raya dari Asosiasi Pengusaha PemotongTernak Sapi.

Jenis daging sapi No 1 seharga Rp 125 ribu. Daging No2 Rp 120 ribu. Kemudian daging bakso Rp 115 ribu. Daging rawon  No 1 Rp100 ribu. Daging rawon No 2 Rp 85 ribu. Kemudian hati seharga Rp 100 ribu. Hatiampul Rp 85 ribu. Tulang rusuk Rp 70 ribu. Babat seharga Rp 65 ribu dan Ususseharga Rp 40 ribu dalam 1 kilogram. Intruksi itu berlaku sejak 18 Januari2016.

“Daging yang saya jual ini ya motong sendiri,” ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan penjual daging sapilainnya, Amat (36). Namun dia menyebut hanya menjual seharga Rp 120 ribu dalam1 kilogram. “Saya belinya dari pengecer Rp 115 ribu. Saya jual Rp 120 ribu,”kata Amat.

Dia menuturkan, daging sapi yang ia jual juga ia belidari pengecer. Kabarnya sapi-sapi itu berasal dari daerah Jawa. Dalam satuhari, rata-rata ia mengambil 40 sampai 50 kilogram. Cepat habis atau tidaknyatergantung dari kebutuhan masyarakat sendiri. Terkadang cukup sampai pada pukul11.00 siang, daging yang ia jual sudah habis. Terkadang juga bisa sampai sore.

“Harga tetap stabil. Kecuali kalau hari-hari besar.Bisa mencapai Rp 150 ribu bisa juga sampai Rp 170 ribu,” tutur Amat. (BY)