SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kualitas udara sangat tidak sehat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali urutan pertama Indeks Standar Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu, 27 September 2023.

Berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dirilis ISPU.net KLHK dengan stasiun pantau di kantor DLH Kotim, indeks standar pencemaran udara di Sampit mencapai 221 Particulate Meter (PM) 2,5.

Angka tersebut membawa nama bertengger di posisi pertama ISPU yang dimuat KLHK pada laman https://ispu.menlhk.go.id/. Selanjutnya disusul Kota Palangka Raya dan Palembang di posisi ketiga dengan ISPU terburuk.

"Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memiliki stasiun pemantau kualitas udara. Alat ini mewakili radius kilometer dari stasiun yang posisinya di kantor DLH. Tetati karena di Sampit hanya satu, bolehlah mewakili Kota Sampit," kata Sekretaris DLH Kotim Joni Parwoto, Rabu, 27 September 2023.

Lanjutnya, di Kalimantan Tengah terdapat empat stasiun pemantau kualitas udara. Salah satunya yang berada di Sampit ini merupakan bantuan dari KLHK.

--page

Salah satu komponen yang terpantau dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien (SPKUA) particulate meter terkait PM2,5 dan PM10. Juga memantau gas meliputi sulfur, nitrogen, hidrokarbon, karbon monoksida (CO), dan ozon.

"Ozon juga kita lihat karena ada pembakaran dia akan menutup berarti itu bisa menentukan tinggi rendahnya. Dari komponen ini bisa kita ketahui ISPU," ujarnya.

Kata dia, particulate 2,5 menunjukkan terjadi sesuatu artinya ada kebakaran atau hasil pembakaran. Kebakaran juga dapat terdeteksi melalui CO, jika CO naik kemungkinan ada pembakaran kayu. 

"Kalau asap kendaraan itu tidak mungkin itu," ujarnya.

Saat paparan pada rapat evaluasi status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Gedung Pusdalops Kantor BPBD Kotim, Senin, 25 September 2023, Joni memaparkan ada 5 kategori ISPU yaitu hijau, biru, kuning, merah, dan hitam.

--page

Ia juga memaparkan perkembangan ISPU selama September 2023 di Kotim menggunakan data dari KLHK. Tercatat Minggu, 3 September 2023, Kotim mengalami kualitas udara sangat tidak sehat atau berarna merah, ISPU 253 PM 2,5. Bahkan tercatat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia oleh IQAir.com.

"Masih di bulan September, tanggal 12-17 ada kondisi udara yang baik yakni tanggal 13. Lalu 14-17 kualitas udara sedang. Kemudian 18-21 kualitas udara baik. Tetapi 22-23 kembali kita khawatirkan. Kami dapat mengekspose data bulanan ini karena mendapat izin dari Kementerian. Untuk update harian bisa kita akses sendiri melalui aplikasi ISPUnet," terang Joni. (DEWI PATMALASARI/J)