BORNEONEWS, Sampit - Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur atau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berdasarkan ISPU.net KLHK dengan stasiun pantaun di kantor DLH Kotim berstatus hitam dengan keterangan berbahaya pada Minggu, 1 Oktober 2023. Atau bisa dikatakan kualitas udara terburuk sepajang tahun ini.
Dilabeli berbahaya, sebab ISPU di Kotim yang berada pada angka 303 PM 2.5 sejak pukul 05.00 WIB pagi tadi dan terakhir pantauan Borneonews.co.id semakin siang mengalami peningkatan hingga diangka 313 PM 2.5.
"Status ISPU mulai menghitam sejak pagi tadi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam.
Kualitas udara seperti ini dikatakan dapat merugikan kesehatan yang sangat serius, sehingga jika terpapar maka harus membutuhkan penanganan yang cepat.
Sebelumnya, pihak BPBD setempat juga mengimbau kepada masyarakat agar menerapkan beberapa larangan saat kualitas udara menjadi buruk, yakni antara lain menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
--page
Memburuknya kualitas udara di Kotim tidak lain disebabkan oleh merebaknya kebakaran hutan dan lahan dimana-mana dalam beberapa bulan terakhir, dikarenakan musim kemarau yang panjang sehingga minimnya intensitas hujan.
Kepala Laboratorium DLH Dhody Wiriyanto, beberapa waktu lalu menuturkan, ISPU pada suatu daerah dikatakan sudah tidak baik apabila melebihi angka 100, sedangkan saat ini ISPU di Kotim berada jauh lebih tinggi dari batas tersebut.
"Menurunnya kualitas udara ini disebabkan oleh maraknya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi belakangan ini," ujarnya. (NOOR ANNISA/J)









