BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Wilayah Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalimantan Tengah Budi Cahyanto menyampaikan, saat ini pihaknya sedang memprogramkan bantuan pangan untuk menekan harga beras. Serta memberikan imbauan, agar masyarakat dapat membeli beras dengan harga yang terjangkau kepada pihaknya.
"Tapi kita bisa yakinkan kita punya 2 program bantuan pangan yang gratis ke 107.766 penerima bantuan pangan di Kalteng. Jumlahnya berati ada 1007, dikali 3 bulan berturut-turut sampai bulan November," bebernya, Kamis, 12 Oktober 2023.
Dirinya menjamin bahwa stok beras Bulog masih aman. Dan masyarakat jangan perlu khawatir, ia juga menyampaikan bahwa ketersediaan setok beras selalu bekerja sama dengan pihak terkait contohnya pasar.
"Kami juga mengadakan operasi pasar yang kami adakan setiap hari, beras Bulog yang SPHP itu tersedia di pasar, kita kerjasama kan dengan pedagang dipasar. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir, tetap tenang harga mungkin sedikit naik tapi tidak perlu panik," imbaunya.
Kemudian ia juga mengimbau, bagi masyarakat yang mau dapat harga murah bisa langsung hubungi RPK atau ke kantor dan gudang Bulog untuk dapat harga 11.500/kg. Kenaikan beras yang terjadi di wilayah Kalteng terpengaruh, harga regional Kalimantan dan Harga Indonesia secara umum.
--page
"Saat ini untuk harga rata-rata di Indonesia memang terjadi kenaikan. Namun, Bulog sendiri sedang mengupayakan harga terjadi penurunan harga. Karena memang di wilayah produsen terjadi penurunan produksi, sehingga perlu ada upaya kita untuk menggelontorkan stok yang kita punya," jelasnya.
Ia memberitahukan, impor hingga akhir tahun masih terus berjalan di pelabuhan-pelabuhan. Tapi tidak termasuk di Kalteng. Kalteng sendiri akan disuplai dari Jawa Timur dan DKI Jakarta.
Ia mengatakan, dampak el nino menyebabkan sejumlah tanaman pangan tidak produksi dengan baik seperti biasanya. BPS juga beberapa kali merilis, ada penurunan produksi. Tapi penurunan produksi juga tidak signifikan. Yang perlu pihaknya lakukan yaitu menambal kekurangan tersebut sehingga bisa menekankan kenaikan harga. (MARINI/J)









