BORNEONEWS, Palangka Raya - Kongres Bahasa Daerah yang rencananya dilaksanakan Balai Bahasa Kalimantan Tengah pada tahun 2024 mendatang akan berkaitan dengan revitalisasi bahasa daerah.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalteng, Muhammad Muis mengatakan bahwa Kongres Bahasa Daerah yang dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah akan menjadi kongres pertama yang fokus pada isu pelindungan dan pelestarian bahasa dan sastra daerah.
"Hal itu tentu berkaitan sangat erat dengan Revitalisasi Bahasa Daerah yang selama dua tahun terakhir dilaksanakan oleh Balai Bahasa," kata Muis pada Sabtu, 14 Oktober 2023.
Menurut Muis, hal ini juga telah dipatenkan dengan telah dilaksanakannya Seminar Prakongres Bahasa Daerah Tahun 2023 di Hotel Putra Kahayan pada tanggal 9-11 Oktober 2023 lalu.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis didampingi Kepala Subbagian Umum, R Hery Budhiono dan dihadiri oleh seluruh koordinator guru utama Revitalisasi Bahasa Daerah dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.
--page
"Kami mengimbau para narasumber untuk menyusun rekomendasi seputar bagaimana mengelola dan melestarikan kekayaan bahasa dan sastra daerah di Kalimantan Tengah," tutur Muis lagi.
Hadir sebagai narasumber seminar tersebut ialah pakar dan akademisi dalam bidang kebahasaan dan kebudayaan. Mereka adalah Kumpiady Widen dan Maria A Luardini, guru besar Universitas Palangka Raya. Kemudian ada Kusni Sulang seorang budayawan, Marko Mahin seorang antropolog, Sidik Usop seorang tokoh Dewan Adat Dayak atau DAD, serta Gauri Daneswara staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah.
Turut hadir juga sebagai peserta kehormatan ialah dua peneliti asing dari Singapore University dan Tsinghua University. (TESTI PRISCILLA/J)









