BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebelum melakukan aksinya, para pelaku pembakar rumah kosong di Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas ternyata melakukan survey terlebih dahulu dalam menentukan targetnya.
Diketahui sebanyak 11 orang telah diamankan sebagai pelaku pembakaran rumah/bangunan kosong yang terjadi di 5 TKP yang terjadi pada kisaran bulan Agustus, September dan Oktober 2023.
"Mereka kemudian balik dan nentuin yang mana yang dibakar. Mereka ini juga tergabung dalam grup Whatsapp," kata Kasatreskrim Polres Kapuas AKP Iyudi Hartanto saat press release, Senin sore, 16 Oktober 2023.
Kasat menyebutkan, grup Whatsapp tersebut digunakan mereka untuk berkomunikasi, mengajak berkumpul dan juga menentukan targetnya
"Mereka tergabung dalam WA grup. Dengan judul Wadah Haji, disitu mereka juga ada pos nya mereka berkumpul," jelas Kasat.
--page
Kasat juga menyebutkan, dari 11 pelaku yang diamankan, salah satunya memiliki peran dominan dalam aksi ini, yakni RND (18) warga Kecamatan Selat.
"Jadi berdasarkan proses penyidikan sementara yang kita lakukan itu yang berinisial RND itulah yang berperan paling aktif di sini. Jadi dia banyak mengide untuk melakukan pembakaran," imbuhnya.
Sebelumnya, 11 orang pelaku tersebut terdiri dari 2 dewasa (ditahan), 6 orang anak kategori berkonflik dengan hukum juga ditahan dan 3 anak tidak ditahan dan dikembalikan untuk pengawasan orang tua karena masih di bawah umur 11 - 13 tahun.
Adapun, 5 TKP yang dilakukan pembakaran oleh para pelaku yaitu, bangunan sekolah SMPN 4 Selat di Jalan RA Kartini. Lalu, TKP rumah di Jalan Jenderal A.Yani RT 19 Kelurahan Selat Hilir, kemudian TKP rumah di Jalan Garuda RT 02, Kecamatan Selat, selanjutnya di TKP eks bangunan Akper, terakhir TKP rumah eks rumah dinas Wakapolres Kapuas di Ujung Murung. (DODI/J)









