BORNEONEWS, Tamiang Layang – Sebuah rumah tinggal dua lantai di RT 02 Desa Matabu Kabupaten Barito Timur, ludes dilalap api, Jumat, 7 Agustus 2026. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp70 juta. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Personel Polsek Dusun Timur bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Polisi langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengatur arus lalu lintas agar proses pemadaman tidak terganggu, sekaligus berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, relawan, dan pihak PLN guna memastikan penanganan berlangsung aman dan efektif.
Kapolsek Dusun Timur, Ipda Sulkhan Sururi, mengatakan kehadiran personelnya di lokasi bertujuan memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mendukung proses pemadaman yang dilakukan petugas gabungan.
"Begitu menerima laporan, personel kami segera mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP, membantu pengaturan arus lalu lintas, serta berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, relawan dan pihak terkait lainnya. Saat ini penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan," ujarnya.
Berdasarkan data di lapangan, rumah yang terbakar merupakan milik Tarto yang disewakan kepada Yoga Pratama sejak sekitar lima bulan lalu. Kobaran api menghanguskan hampir seluruh isi rumah, mulai dari tempat tidur, lemari, meja, kasur, pakaian hingga berbagai perabot rumah tangga lainnya sehingga tidak sempat diselamatkan.
Yoga Pratama mengaku dirinya meninggalkan rumah sekitar pukul 09.00 WIB untuk mengantarkan makanan. Beberapa jam kemudian, tepat sekitar pukul 14.12 WIB, ia menerima kabar dari warga bahwa rumah yang ditempatinya telah terbakar. Saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan melalap sebagian besar bangunan.
Selain menghanguskan rumah tinggal tersebut, kebakaran juga berdampak pada usaha penjahit milik Jali yang berada tepat di samping lokasi. Sejumlah kain pesanan pelanggan ikut rusak akibat jilatan api. Menurut keterangannya, kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik, meski dugaan itu masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat kepolisian.
Sementara itu, saksi Haji Sanusi Anwar (56) mengaku menjadi orang pertama yang melihat kepulan asap dari lantai bawah rumah. Ia sempat berupaya memadamkan api dengan menyiramkan air sebelum kobaran semakin membesar. Setelah itu, ia segera menghubungi relawan dan petugas pemadam kebakaran. Sanusi juga mengaku sempat mencium bau minyak dan menduga api kemungkinan berasal dari kompor yang belum dimatikan.
Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran bersama relawan berjibaku melakukan pemadaman. Hingga seluruh proses penanganan selesai, situasi di lokasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Polisi masih melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kebakaran sehingga penyebab pasti insiden tersebut belum dapat disimpulkan.
Kapolsek Dusun Timur mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik maupun penggunaan peralatan rumah tangga.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah guna mencegah kejadian serupa," pesan Sulkhan. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









