BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan BI Kalteng, Taufik Saleh mengingatkan, waspada adanya kenaikan harga gula terutama saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nataru atau akhir tahun.
Menurutnya, perlu menjaga keseimbangan ekosistem pergulaan baik daerah maupun nasional. Terutama dalam penyesuaian biaya produksi maupun sikap keberpihakan terhadap konsumen dan pelaku usaha.
"Sehingga terwujud pangan kuat berdaulat yang tercermin dalam cita-cita bersama agar petani sejahtera, pedagang untung dan masyarakat tersenyum," katanya, Minggu, 29 Oktober 2023.
Ia menyampaikan, perlu langkah yang konkrit yang turut menjadi perhatian dalam pergulaan. Konsistensi para pelaku usaha harus dilakukan bersama demi membangun industri pergulaan yang sehat.
"Bersama Satgas Ketahanan Pangan beserta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalteng, kami memantau harga pangan di Pasar Besar Palangka Raya pada bulan September lalu, harga gula pasir masih Rp14.000/kg. Perlu langkah konkrit kita bersama agar harga gula ini tidak naik saat akhir tahun," jelasnya.
--page
Ia berharap, para pelaku usaha bisa konsisten membangun kerja sama yang berkelanjutan bersama pemerintah dan stakeholders lainnya. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kenaikan harga gula saat akhir tahun. (MARINI/Y)









