BORNEONEWS, Palangka Raya - Akhir pekan lalu, Sabtu dan Minggu, Kota Palangka Raya diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai dengan angin kencang, petir dan juga kilat. Turunnya hujan ini berdampak pada membaiknya kualitas udara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan, kualitas udara saat ini diklasifikasikan sebagai sedang berdasarkan aplikasi ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK).
Indeks Particulate Matter (PM 2.5) saat ini mencapai angka 51. Selain itu, kelembaban udara mencapai 74 persen, tekanan udara sekitar 1.009 meter per bar dan suhu udara mencapai 32 derajat Celsius.
"Peningkatan kualitas udara ini memberikan harapan bagi warga Palangka Raya untuk dapat bernapas lebih lega dan sehat serta bisa beraktivitas dengan lebih nyaman di luar rumah," katanya, Senin, 6 November 2023.
Meski begitu, masyarakat tetap perlu waspada terhadap perubahan cuaca yang mungkin berdampak pada kualitas udara di masa yang akan datang. Maka dari itu, peran dari masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga kualitas udara.
--page
"Setop bakar lahan, setop bakar sampah karena bisa berdampak pada menurunnya kualitas udara di Kota Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/Y)









