PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan, mayoritas responden meyakini bahwa risiko perbankan triwulan IV tahun 2023 masih terjaga.

"Meskipun kondisi makroekonomi diperkirakan kurang kondusif termasuk karena dampak risiko suku bunga acuan yang tinggi secara global dan dapat berlangsung lebih lama, mayoritas responden meyakini bahwa risiko perbankan baik itu risiko kredit, likuiditas, dan pasar, pada triwulan IV-2023 masih terjaga dan terkendali," kata Otto menyampaikan rilis pusat pada Senin, 27 November 2023.

Hal ini, lanjut Otto, seiring fleksibilitas ruang penyesuaian suku bunga yang masih cukup besar bagi perbankan.

"Karena ditopang likuiditas yang cukup ample serta didukung koordinasi kebijakan terintegrasi dalam KSSK yang selama ini cukup efektif dalam menangkal dampak global maknaya stabil," jelasnya. 

Hal tersebut, lanjutnya, terlihat dari Indeks Persepsi Risiko atau IPR sebesar 58 dengan zona keyakinan bahwa risiko cukup manageble, seiring dengan keyakinan bahwa risiko kredit dan risiko pasar yang tetap terjaga.

--page

"Responden meyakini bahwa kualitas kredit tetap baik, PDN pada level rendah dan berada pada posisi long, dan rentabilitas masih akan meningkat seiring dengan kenaikan penyaluran kredit," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/Y)