BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini dianggap sudah sangat darurat narkoba. pemerintah daerah pun berencana membuat tempat rehabilitasi untuk para pengguna atau pencandu narkoba di daerah ini.

“Sudah kami koordinasikan, baik itu kepada kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN), agar dalam waktu dekat di Kotim ini ada tempat rehabilitasi pengguna narkoba,” ujar Wakil Bupati Kotim yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten Taufik Mukri, Rabu (27/4/2016).

Pembangunan itu rencananya akan dianggarkan sesuai  kemampuan dana daerah dan melihat skala prioritasnya lebih dulu. Namun tentunya tempat itu akan secepatnya dibangun, kalau memang tidak ada halangan pada 2016 ini juga.

“Selain itu, rehabilitas ipengguna narkoba itu nantinya juga tidak terfokus pada satu tempat penampungan saja, namun di beberapa tempat. Tergantung kebutuhan nantinya,” lanjut Taufiq.

Tidak hanya itu, Taufik juga berharap  pihak ketiga seperti pondok pesantren atau semacam yayasan agar dapat membantu pemerintah dalam upaya memerangi narkoba di daerah ini. Mereka diminta membantu melakukan rehabilitasi terhadap pengguna narkoba.

“Di Kota Sampit sudah ada satu yayasan yang bersedia menampung pengguna narkoba itu, dan saya sangat apresiasi atas hal itu,” kata Taufik.  

Dengan adanya hal itu nantinya, Taufik berharap, pemakai narkoba yang sudah terlanjur kecanduan bisa berkurang. Sehingga para pengedar barang haram itu tidak lagi ada pembelinya, dan peredarannya bisa menghilang dari kota Mentaya ini. (M HAMIM/m)