BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelontorkan anggaran Rp1,6 miliar untuk mengganti jembatan kayu di Jalan Walter Condrad, Sampit, dengan konstruksi box culvert.
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama mengatakan proyek tersebut saat ini masih dalam proses pengadaan barang dan jasa (PBJ). Pemerintah daerah menargetkan pekerjaan dapat segera dimulai dan dikejar penyelesaiannya hingga akhir tahun.
"Ini baru proses pengadaan, proses PBJ. Ini mudah-mudahan mungkin dalam minggu ini sudah ada aksi nanti," kata Mentana, Kamis, 1 Oktober 2026.
Jembatan kayu yang sudah tua tersebut nantinya tidak lagi dipertahankan. Struktur baru akan menggunakan box culvert dengan tiga lubang sebagai bagian dari penanganan akses di Jalan Walter Condrad.
"Itu dibangun box culvert yang lubangnya tiga," ujarnya.
Mentana memastikan pembangunan tetap dilanjutkan meskipun waktu pelaksanaan pada 2026 tersisa beberapa bulan. Berdasarkan perhitungan teknis, pekerjaan dinilai masih memungkinkan diselesaikan sebelum pergantian tahun.
"Pastinya bisa selesai. Karena kita sudah punya perhitungannya. Artinya dengan pekerjaan seperti itu, durasi waktu yang ada, hitungan kita masih bahwa pekerjaan box culvert di Walter Condrad bisa selesai akhir tahun," jelasnya.
Ia menegaskan proyek tersebut tidak akan ditunda ke tahun berikutnya. Dinas teknis telah memperhitungkan durasi pengerjaan dan menilai target penyelesaian masih dapat dikejar.
"Ini tetap kita lanjutkan karena kita prediksi kita, hitung-hitungan kita teknisnya itu masih bisa dikejar sampai akhir tahun," tegas Mentana.
Pembangunan ini menjadi perhatian karena kondisi jembatan Walter Condrad saat ini dinilai sudah memprihatinkan. Jembatan yang masih menggunakan konstruksi kayu tersebut memiliki lantai yang tidak rata dan material kayunya telah berusia tua.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan, terutama ketika kendaraan melintas di atas jembatan. (DEWI PATMALASARI/H)









