PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Taufik Saleh mengatakan bahwa kedepan neraca pangan daerah Kalimantan Tengah dapat lebih diperkuat sehingga terwujud satu neraca pangan yang terintegrasi.

"Neraca pangan yang lebih baik dapat menjadi basis dalam menyusun prakiraan peta panen dan komoditas pangan strategis yang lebih akurat, sehingga dapat menjadi early warning system," kata Taufik pada Rabu, 29 November 2023 malam.

Hal ini disampaikan Taufik Saleh dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia tingkat Provinsi Kalteng pada Rabu, 29 November 2023 malam usai mengikuti PTBI nasional yang diisi arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo yang disiarkan secara langsung.

"Penyerapan belanja daerah yang lebih optimal akan turut mendukung pemulihan ekonomi maupun pengendalian inflasi daerah," terangnya.

Penyerapan pasokan eksternal, lanjut Taufik, dapat diperkuat dengan perluasan KAD bersama daerah produsen, baik inter ataupun intra provinsi, untuk komoditas yang strategis.

--page

"Penguatan kelembagaan melalui pembentukan BUMD yang mapan, serta koperasi dan BUMDES yang professional dapat membantu mendukung pengendalian pangan Kalteng," beber Taufik lagi.

Hadir dalam kegiatan Wakil Gubernur Kalteng, H Edy Pratowo yang membacakan sambutan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Bupati, Pj Bupati/Wali Kota Se-Kalteng, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Kepala Perangkat Daerah dan Pimpinan Instansi Vertikal Provinsi Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)