PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Guru Utama merupakan sosok di balik penyusunan Bahan Ajar Revitalisasi Bahasa Daerah yang dihelat Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dan berakhir pada 7 Desember 2023.

Kegiatan penyusunan bahan ajar RBD dan Mulok Bahasa Daerah yang berlangsung pada 4 sampai dengan 7 Desember 2023 di Hotel Putra Kahayan Palangka Raya merupakan bagian dari revitalisasi bahasa daerah yang telah diikuti oleh para guru utama dari kabupaten/kota.

Salah seorang Guru Utama yang terlibat ialah Lukman Juhara, Guru Bahasa Indonesia di SMAN 5 Palangka Raya.

Para Guru Utama ini adalah sosok yang telah berperan aktif mengimbaskan dan melakukan pembelajaran bahasa dan sastra daerah di SD dan SMP di wilayahnya masing-masing.

Acara yang dibuka dan ditutup oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis ini telah memartisipasiksn narasumber dari kalangan akademisi, pendidik, dan pelaku seni. Mereka adalah Prof Kumpiady Widen, Dr Lingua Sanjaya Usop, Debbi Leriantoni, H Kaspul Indah, Offeny Ibrahim, Dapy Fajar Rahardjo, Handika Danuarta, Try Sutrisno, dan Lukman Juhara.

--page

"Ada delapan bahan ajar yang disusun dalam kegiatan itu, yakni bahan ajar berpidato, mendongeng, cerpen, seloka, tumet liut, komedi tunggal, karungut, puisi, dan pantun," jelas Lukman kepada Borneonews.

Meski masih sangat singkat untuk kegiatan penyusunan bahan ajar yang cukup banyak, lanjutnya, para peserta diharapkan dapat melanjutkan dan menyempurnakan penyusunannya sekembali ke daerah masing-masing.

"Tentu para guru utama memahami bahwa bahasa Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis karena menyatukan keberagaman di seluruh nusantara," bebernya.

Lukman berpendapat bahwa Bahasa Daerah juga harus dilestarikan dan direvitalisasi keberadaannya agar tetap ada sebagai bukti kekayaan budaya.

"Bahasa asing juga mesti dikuasai agar kita dapat menjalin komunikasi dan menyerap informasi dan pengetahuan luas secara global di dunia internasional," tambahnya. (TESTI PRISCILLA/j)