BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Tengah Hari Utomo mengatakan, sepanjang tahun 2023 tingkat inflasi Kalteng sebesar 2,58 persen, dan masih lebih rendah dari tingkat nasional sebesar 2,86 persen.
Dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok dengan peningkatan indeks harga tertinggi, yaitu 6,65 persen.
"Tahun 2023, inflasi dapat lebih ditekan, karena terdapat kelancaran supply dan pengendalian harga komoditas strategis," tuturnya.
Hal ini katanya, terdapat pada komoditas pangan pokok seperti beras, daging ayam, telur ayam, dan tarif angkutan udara.
Ia memberitahukan, proyeksi inflasi Tahun Anggaran (TA) 2023 diperkirakan berada pada kisaran angka 2,8-3,3 persen.
--page
"Dengan asumsi tidak terjadi hambatan distribusi komoditas dan potensi bencana banjir," tandasnya. (MARINI/H)









