BORNEONEWS, Pangkalan Banteng - Hidup segan mati tak mau, itulah gambaran kondisi 10 kolam permanen Unit Pembenihan Masyarakat (UPR) di Desa Berambai Makmur, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).yang dibangun pada tahun 2000.

UPR binaan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kobar yang berfungsi sebagai kolam benih ikan ini, kesulitan dalam memasarkan hasil benih perikanan. Akibatnya, karena jarang ada peminatnya, benih ikan-ikan tersebut hanya dibesarkan. Sejatinya hal ini sudah keluar dari konsep UPR karena kolam yang tersedia hanya untuk indukan dan benih-benih ikan dan bukan untuk pembesaran.

" UPR ini sebagai pusat benih masyarakat  tapi kami kesulitan memasarkan hasil benih ikan," keluh tenaga honorer UPR Berambai Makmur, Dartut, di lokasi kolam pembenihan, Jumat (6/5/2016).

Selain kesulitan pemasaran, tidak berkembangnya UPR Berambai Makmur juga terkendala oleh banyaknya predator pemangsa seperti ular pyton dan biawak. UPR yang pengairannya bersumber dari cek dam (bendungan) itu seringkali kualitas airnya berubah (asam).

"Ribuanlah yang mati akibat beberapa faktor yang saya sebutkan tadi," ujar Dartut.

Walau kurang peminat, UPR Desa Berambai Makmur, juga sempat memberikan pemasukan kepada daerah. Menurut Dartut, pada 2014, UPR menyetor hasil penjualan benih Rp10 juta lebih. Sementara pada 2015 gagal total alias tidak menghasilkan.

Per ekornya, benih ikan nila dengan panjang hingga dua centimeter dihargai Rp250 per ekor, sementara ukuran di atas itu Rp300. Namun masyarakat desa setempat tidak berminat pada sektor perikanan. Pembeli benih di UPR Berambai Makmur justru datang dari masyarakat luar desa dan karyawan perusahaan.

"Kalau di desa kami hanya ada satu-dua orang yang berminat di sektor perikanan, terbanyak justru dari luar desa," ungkap Dartut.

Walau begitu Dartut tetap berkomitmen mengembangkan UPR Berambai Makmurn karena lambat laun, sektor perikanan akan dilirik oleh masyarakat. Apalagi pusat benih milik DKP yakni Balai Benih Ikan (BBI) jaraknya hampir 100 kilometer dari Desa Berambai Makmur dan desa sekitarnya. 

"Saya tetap optimistis cepat atau lambat sektor perikanan akan dilirik sehingga UPR bisa menjadi pusat benih ikan di Pangkalan Banteng," katanya. 

Dartut berharap kelak ada beberapa jenis ikan yang mampu dihasilkan oleh UPR. Saat ini baru ikan Nila yang dibenihkan. 

"Ikan mas belum mampu beradaptasi dengan kondisi air yang masam," pungkas Dartut. (KOKO SULISTYO/m)