PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahas Provinsi Kalimantan Tengah menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pakar dalam Implementasi Model Pelindungan Bahasa Daerah, Selasa, 30 Januari 2024.

"Rapat koordinasi antarinstansi dan pakar yang saat ini kita ikuti merupakan agenda pertama dari rangkaian kegiatan Program Merdeka Belajar Episode ke-17 tentang Revitalisasi Bahasa Daerah," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalteng, Muhammad Muis menyampaikan sambutannya dalam kegiatan tersebut.

Program ini, lanjut Muis, diluncurkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional tahun 2022. Keberadaan bahasa-bahasa daerah di Indonesia yang memprihatinkan menjadi salah satu landasan diselenggarakannya program ini.

"Pada tahun anggaran 2024 Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah akan kembali mengadakan Revitalisasi Bahasa Daerah," tuturnya.

Di Kalimantan Tengah sendiri, kata Muis, ada delapan bahasa yang telah direvitalisasi pada tahun 2023 lalu, yaitu bahasa Dayak Ngaju, Dayak Maanyan, OT Danum, Dayak Bakumpai, Dayak Katingan, Dayak Siang, Sampit, dan Melayu Dialek Kotawaringin.

--page

"Revitalisasi delapan bahasa ini akan terus berlanjut di tahun 2024," bebernya.

Program RBD ini, kata Muis, merupakan program yang akan dilaksanakan pada rentang bulan April sampai akhir November 2024 di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Nuryakin yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia atau KSDM, Suhaemi. Selain itu kegiatan juga dihadiri Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra secara virtual.

Hadir pula para sekretaris daerah dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, Nunu Andriani.

Hadir pula lara kepala dinas pendidikan atau yang mewakili dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah, lara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atau yang mewakili dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah, para pegiat bahasa dan sastra, serta Kasubbag Umum Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)