BORNEONEWS, Palangka Raya - Kemah Penulisan Cerpen Berbahasa Daerah yang digelar Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah pada 29—31 Januari 2024 menuang kenangan.
"Belajar menulis perlu proses yang terus-terus menerus, sungguh-sungguh dan konsisten. Tak cukup hanya mengikuti kegiatan pelatihan yang hanya sesaat," kata salah seorang narasumber yang berpartisipasi dalam kegiatan, Lukman Juhara dalam rilisnya pada Kamis, 1 Februari 2024.
Lukman berpendapat bahwa justru di luar kegiatan pelatihan seseorang punya banyak waktu dan peluang untuk belajar menulis dengan lebih leluasa.
"Berbagai peristiwa, aktivitas, pengalaman, pikiran, dan imajinasi yang berlangsung dan melintas-lintas setiap waktu bisa jadi inspirasi untuk menulis dan harus dituliskan," tuturnya.
Begitu salah satu pesan yang dapat dipetik Lukman dari kegiatan Kemah Penulisan Cerpen Berbahasa Daerah yang digelar Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah (BBPKT) pada 29—31 Januari 2024.
--page
"Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari revitalisasi bahasa daerah ini berlangsung di Hotel Hawai Palangka Raya ini diikuti para tunas bahasa ibu, yakni 17 siswa SD dan SMP dari beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Tengah," tutur Lukman.
Para narasumber yang berpartisipasi dalam kegiatan itu antara lain Dapy Fajar Raharjo, Lukman Juhara, Tri Arfayanti, Nur Inayah Syar, dan Afifah Nada Putri Ramadhani.
Materi diskusi sebagai curah pendapat dan berlatih kreativitas adalah Unsur Pembangun Cerpen, Diksi dan Gaya Bahasa, Ide Cerita: Memilih dan Mengembangkan Cerita, Teknik Penulisan Cerpen. Praktik sekaligus konsultasi penulisan cerpen pun juga menjadi kegiatan yang terus berlangsung di setiap sesi diselingi dialog. (TESTI PRISCILLA/j)









