BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng, H. Noor Halim mengingatkan pentingnya kesadaran terkait pengelolaan sampah.
“Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Sebagai konstelasi perjalanan panjang sistem pengelolaan sampah di Indonesia,” ungkapnya saat mewakili Sekda Kalteng dalam peringatan HPSN di Palangka Raya, Jumat, 23 Februari 2024.
Ia mengingatkan momen kelam tragedi TPA Leuwi Gajah yang menjadi titik awal kesadaran pengelolaan sampah berimplikasi pada shifting perhatian dan fokus ke pengelolaan sampah terintegrasi.
Momen tersebut turut mendorong dampak yang lebih besar terjadi terhadap lingkungan dan ekosistem kehidupan global yaitu perubahan iklim.
Dia menegaskan pemerintah telah menyusun rencana aksi pencapaian Zero Waste, Zero Emission dari subsektor sampah dalam upaya menekan laju perubahan iklim.
--page
Sebagai informasi, tragedi TPA Leuwi Gajah terjadi pada Senin, 21 Februari 2005 sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu terjadi ledakan keras dan diikuti longsor sampah yang ada di TPA Leuwigajah.
Longsoran sampah langsung menyapu dua permukiman, yakni Kampung Cilimus dan Kampung Pojok. Dua permukiman yang jaraknya sekitar 1 km dari TPA Leuwigajah langsung luluh lantak tertimbun sampah dan menewaskan 157 jiwa.
Gunungan sampah sepanjang 200 meter dan setinggi 60 meter itu diduga goyah karena diguyur hujan deras semalam suntuk. Termasuk diduga terpicu konsentrasi gas metan dari dalam tumpukan sampah. Hal itu juga yang diduga menyebabkan munculnya suara ledakan. (HERMAWAN DP/Y)









