PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok kesehatan ternyata pada Februari 2024 di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,15 persen.

"Kelompok kesehatan mengalami inflasi 1,15 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 101,13 pada Februari 2023 menjadi 102,29 pada Februari 2024," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Selasa, 5 Maret 2024.

Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, lanjut Eko, yaitu subkelompok jasa rawat inap sebesar 3,24 persen.

"Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y yaitu subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan sebesar 0,06 persen," bebernya.

Kelompok ini pada Februari 2024 kata Eko memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,03 persen.

--page

"Komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan inflasi y-on-y, yaitu tarif dokter umum, tarif rumah sakit, kacamata plus dan minus, dan tarif dokter spesialis sebesar 0,01 persen," bebernya.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan deflasi y-on-y, yaitu masker sebesar 0,01 persen.

"Sementara kelompok ini pada Februari 2024 tidak memberikan andil atau sumbangan yang signifikan terhadap deflasi m-to-m," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/j)