PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang akademisi dari Universitas Palangka Raya, Hilyatul Asfia yang merupakan dosen Hukum Tata Negara dari Fakultas Hukum, dipilih untuk mewakili Indonesia dalam World Youth Festival 2024 yang digelar di Rusia.

Wanita yang akrab disapa Fia ini memulai perjalanan akademisnya pada Tahun 2021 sebagai dosen muda dengan predikat cumlaude pada seleksi ASN dua tahun silam. Kini, berdiri di panggung dunia untuk menyampaikan ide, gagasan dan dan aspirasi pemuda Indonesia. Dengan keahlian dan pengalaman akademisnya, Alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia tersebut akan menyuarakan nilai-nilai kesetaraan, keberagaman, dan inklusi, serta mengadvokasi pentingnya penegakan hukum dalam setiap aspek kehidupan.

"Ubi Societas, Ibi Ius, dimana ada masyarakat disitu ada hukum. Saya mengambil topik penerapan hukum khususnya berabasis hukum adat dalam penyelenggaran kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Fia saat dihubungi via telepon oleh Borneonews pada Kamis, 7 Maret 2024.

Fia juga menyuarakan harapan besarnya melalui kegiatan yang ia ikuti dapat memberikan inspirasi kepada pemuda, khususnya mahasiswa yang ia didik di Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya.

"Saya harap sebagai dosen saya mampu menjadi teladan yang baik bagi mahasiswa dan membuktikan bahwa perjalanan dari bangku kuliah dapat membawa seseorang ke panggung dunia meskipun kita berasal dari daerah sekalipun," tutur Fia lagi.

--page

Program ini menurut Fia berlangsung secara gratis, setelah beberapa tahapan seleksi esai serta video yang telah diikuti.

"Semua akomodasi penginapan, konsumsi dan lain sebagainya termasuk penerbangan ditanggung oleh panitia pusat," ungkapnya. 

Program World Youth Festival 2024 berlangsung mulai 1 hingga 7 Maret 2024, dilanjutkan dengan tur ke 26 kota di Rusia, termasuk Moskow, St. Petersburg, Kazan, dan Vladivostok, mulai 10 hingga 17 Maret 2024.

Diselenggarakan di Sirius Education Center di Sochi, festival ini akan menyambut 10.000 anak muda Rusia dan 10.000 warga negara asing yang berasal dari seluruh penjuru dunia seperti Eropa, Amerika, Afrika, Timur Tengah, Asia, dan Oseania. Seluruh peserta dapat terlibat dalam tiga program yakni pendidikan yang diisi kegiatan debat, meja bundar, presentasi pakar, kelas master, dan jaringan, kemudian program budaya dengan kegiatan wisata, pameran, pekan raya, pertunjukan, dan pelajaran bahasa Rusia, serta program olahraga yang diisi kompetisi dan pelatihan kelompok.

Sebelumnya, dalam siaran pers yang diterima Borneonews, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf/Kabaparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno secara resmi melepas rombongan kontingen Indonesia yang akan berpartisipasi dalam World Youth Festival atau WYF 2024 di Rusia pekan lalu.

--page

Menparekraf Sandiaga menjelaskan WYF adalah event yang menjadi momen bagi pemuda global untuk mengembangkan hubungan persahabatan berdasarkan prinsip-prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan tanggung jawab untuk masa depan.

WYF 2024 sendiri dilaksanakan pada 29 Februari–7 Maret 2024 dan diikuti oleh 20 ribu peserta dengan rentang usia 18-35 tahun dari 180 negara.

"Indonesia akan mengirimkan 155 orang delegasi dan kesempatan ini akan kita gunakan untuk menjaga persatuan dan kesatuan, mempromosikan pariwisata, dan meningkatkan kesadaran pelestarian budaya dan teknologi untuk mengembangkan kualitas SDM kita," kata Sandiaga. 

Menparekraf Sandiaga mengungkapkan partisipasi Indonesia dalam WYF 2024 ini tidak hanya mampu meningkatkan kualitas SDM, namun juga memperkenalkan potensi parekraf Indonesia ke pasar internasional, khususnya Rusia.

"Saya ucapkan selamat jalan bagi teman-teman yang berpartisipasi di World Youth Festival 2024. Nanti kalau sudah kembali tolong ceritakan kepada kami pengalamannya dan potensi pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif dengan Rusia," ungkap Sandiaga.

Dalam kesempatan tersebut, Head of Indonesia's National Preparatory Committee atau INPC, Fauzan Al-Rasyid mengungkapkan bahwa para anggota delegasi Indonesia telah mempersiapkan banyak hal untuk mempromosikan potensi parekraf Indonesia di WYF 2024.

--page

"Ada anggota delegasi yang membawa handycraft, berlatih koreografi, dan ada juga yang menyiapkan pakaian adat khas daerah masing-masing. Jadi mereka ini sangat bersemangat sekali," kata Fauzan. (TESTI PRISCILLA/j)