BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok kesehatan pada Maret 2024 Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,16 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 101,19 pada Maret 2023 menjadi 102,36 pada Maret 2024.
"Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok jasa rawat inap sebesar 3,24 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro, Selasa, 2 April 2024.
Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y, tutur Eko, yaitu subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan sebesar 0,04 persen.
"Kelompok ini pada Maret 2024 memberikan andil dan sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,03 persen," jelasnya.
Komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan inflasi y-on-y, lanjut Eko, yaitu tarif rumah sakit, tarif dokter umum, kacamata plus dan minus, dan tarif dokter spesialis sebesar 0,01 persen.
--page
Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan deflasi y-on-y, yaitu masker sebesar 0,01 persen.
"Sementara kelompok ini pada Maret 2024 tidak memberikan andil dan sumbangan yang signifikan terhadap inflasi m-to-m," jelas Eko. (TESTI PRISCILLA/J)









