BORNEONEWS, Sampit - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan tahun 2027 seluruh desa memiliki Puskesmas pembantu (Pustu).
"Kami targetkan 2025 sampai 2027 semua desa harus memiliku Pustu dengan satu perawat, satu bidan dan 2 kader. Itu akan mendukung transformasi bidang kesehatan integrasi layanan primer," kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi, Kamis, 9 Mei 2024.
Pihaknya sudah membuat perencanaan melalui dana DAK Kementerian Kesehatan untuk mewujudkan pustu di daerah ini yang terdiri dari 168 desa dan 17 kelurahan.
Lanjutnya, Pustu yang saat ini kondisinya rusak berat ia anggap tidak ada bangunannya namun sudah memiliki tanah. Ia meminta bantuan Camat dan Kepala Desa untuk menyiapkan tanah minimal 10×15 meter untuk pembangunan Pustu.
"Ini peluang luar biasa yang tidak pernah dilakukan sebelumnya kalau dulu pembangunan fisik hanya sampai ke puskesmas sekarang sampai pustu terasuk alat kesehatan untuk pemeriksaan darah ringan," imbuhnya.
--page
Adapun berdasarkan data dari bidang layanan kesehatan Dinkes Kotim menyebutkan terdapat 148 Pustu di daerah ini dan ada 28 Pustu sedang diajukan untuk pembangunan baru. Namun belum dapat diketahui data Pustu yang masih layak dan yang sudah dalam kondisi rusak berat.
"Semoga ini berjalan sesuai skenario Kementerian Kesehatan 2025-2027," ujarnya. Jika kesempatan tersebut diabaikan, menjadi kerugian luar biasa bagi daerah," tandasnya
Pembangunan pustu di seluruh wilayah tersebut diharapkan dapat membantu transformasi kesehatan yang mengedepankan layanan primer dimana Puskesmas akan kembali kembali menggencarkan promotif dan preventif.
"Sehingga teman-teman di Pustu dan Posyandu selalu melakukan skrinning kesehatan. Sebelum masyarakat sakit sudah ditemukan kemungkinan gejala dan langsung dilakukan pencegahan," tandasnya. (DEWIP)









