SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Stok masker di gudang Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menipis seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan, persediaan masker anak kini telah habis, sementara stok masker dewasa yang tersisa diperkirakan hanya sekitar 750 kotak.

"Stok masker kami mulai terbatas. Saat ini masker dewasa tinggal sekitar 15 dus atau sekitar 750 kotak, sedangkan stok masker anak sudah habis," kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Nugroho Kuncoro Yudho, Kamis, 6 Agustus 2026.

Dengan kondisi tersebut, Dinkes akan mengubah pola penyaluran masker agar lebih tepat sasaran. Pembagian masker tidak lagi dilakukan secara luas, melainkan diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya pasien dengan gangguan saluran pernapasan.

"Berhubung stok masker kami terbatas, kemungkinan pembagian masker selanjutnya akan dilakukan melalui puskesmas untuk pasien yang mengalami gangguan pernapasan, sambil menunggu proses selanjutnya," imbuhnya.

Selain mengatur distribusi masker, Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kotim.

Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi asap pekat, serta selalu menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Nugroho juga mengingatkan warga agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lainnya yang diduga dipicu paparan asap karhutla.

Adapun, Dinkes Kotim telah menyalurkan 420 kotak masker gratis kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan dampak kabut asap. Jumlah tersebut terdiri dari 300 kotak masker dewasa dan 120 kotak masker anak yang dibagikan dalam tiga tahap sejak akhir Juli 2026. Kegiatan pembagian masker akan kembali dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026. (DEWI PATMALASARI/H)