BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah dua tahun berturut-turut Kabupaten Pulang Pisau kebagian jatah menjadi peserta pelatihan petani kelapa sawit dalam Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit atau SDMPKS dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, tahun depan pun diharapkan bisa berlanjut.
"Tahun 2023 lalu kita dapat pelatihan dari BPDPKS yang diikuti 90 orang dan tahun 2024 ini 60 orang peserta dengan modul atau tema pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau, Godfridson kepada Borneonews pada Sabtu, 29 Juni 2024.
Untuk kedua kalinya petani sawit dari Pulang Pisau telah diikutsertakan sebagai peserta dalam kegiatan pelatihan, usulan dan persetujuan tahun 2022 dan usulan serta persetujuan tahun 2023.
"Selain itu petani sawit dari Pulang Pisau juga mengikuti pelatihan dengan modul atau tema ISPO atau Indonesia Sustainable Palm Oil sebanyak 30 orang sudah terlaksana pada 26 Mei – 01 Juni 2024 lalu," tururnya.
Ke depan, lanjutnya, perwakilan dari Pulang Pisau juga akan mengikuti pelatihan dengan modul dan tema lain yaitu Teknis Budidaya Kelapa Sawit sebanyak 30 orang pada bulan Juli 2024 mendatang.
--page
"Kami berharap kepada Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, Ditjen Perkebunan, BPDPKS, dan AKPY, agar kiranya pada tahun-tahun selanjutnya Kabupaten Pulang Pisau masih diberi kesempatan untuk memperoleh alokasi peserta pelatihan SDM ini," harap Godfridson. (TESTI PRISCILLA/Y)









