BORNEONEWS, Palangka Raya - Bulog Divisi Regional Kalimantan Tengah (Bulog Divre Kalteng), tidak kebagian stok gula dari PT Perkebunan Tebu Indonesia (PTI) cabang Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga menangani wilayah Kalteng. Karena itu, melambungnya harga gula di pasaran, bukan karena jalur distribusi terganggu, tetapi stok memang tidak ada.

"Bulog Kalsel sendiri tidak kebagian apalagi kita, makanya harganya ini tinggi sekali di pasar," ungkap Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Kalimantan Tengah, Taufan Akib kepada Borneonews, di Palangka Raya, Kamis (9/6/2016).

Syahrin Daulay, Asisten II Bidang Ekonomi Setdaprov Kalteng mengatakan pihaknya saat ini sudah dua kali menyurati PT PTI untuk meminta stok tambahan gula sebanyak 5 ton. "Kita sudah surati dan minta 5 ton, tapi sampai siang ini saya belum terima balasannya," tutur Syahrin Daulay Kamis siang.

Harga gula pasir saat ini yang telah mencapai Rp16.500-Rp17.000 per kilogram sudah tidak wajar. Hal ini lantaran harga wajar gula pasir hanya Rp11.000-Rp12.000. (TESTI PRISCILLA/N).