BORNEONEWS, Palangka Raya - Dosen FEB UPR, bekerjasama dengan Tim Peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Palangka Raya dan BAPPEDALitbang Kota Palangka Raya, menggelar pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan melalui pembuatan Corn Slice bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat berinovasi dalam diversifikasi produk berbahan dasar jagung, guna meningkatkan nilai ekonomis jagung dan mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pemanfaatan hasil bumi di daerah tersebut.
Dimulai hari Selasa, 25 Juni 2024, Tim Peneliti melanjutkan riset inovatif pembuatan produk selai jagung berbentuk lembaran (Corn Slice) dengan melibatkan para pelaku UMKM di Kelurahan Kalampangan.
Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh Ibu Lurah Kalampangan, Ibu Yunita Martina, dan Kepala Bidang Koperasi DPKUKMP Kota Palangka Raya, Ibu Yunitha Andrie, yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang bermanfaat ini.
Ketua Tim Peneliti, Dr. Roby Sambung, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua agenda utama, yaitu pelatihan pembuatan produk Corn Slice dan pelatihan kewirausahaan.
--page
"Dua narasumber, Okta Malinda dan Hilyatul Asfia memberikan wawasan dan pengetahuan kepada para peserta, yang antusias dan berpartisipasi aktif dalam demo pembuatan produk Corn Slice serta dialog interaktif dengan narasumber," kata Roby, Sabtu, 29 Juni 2024
Acara pelatihan ini juga mencakup uji organoleptik Uji Hedonik dengan pengisian kuesioner oleh seluruh peserta yang hadir. Para peserta juga menerima kenang-kenangan dari Tim Peneliti dan berfoto bersama sebagai penutup kegiatan yang penuh inspirasi dan kolaborasi positif.
Lurah Kelampangan Yunita Martina, berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi satu-satunya, melainkan menjadi awal dari kolaborasi-kolaborasi lain yang dapat meningkatkan kinerja UMKM di Kelurahan Kalampangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kalampangan ini kan merupakan daerah yang terkenal dengan tanaman jagungnya maka dari itu diperlukan inovasi untuk memberikan nilai tambah bagi tanaman jagung," pungkasnya. (PATHUR/y)









