PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), melaksanakan kegiatan pelatihan bagi Tim Reaksi Cepat (TRC), dalam rangka persiapan dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Plt Kepala BPBD Kobar Syahruni melalui Kepala bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Martogi Siallagan menyampaikan, kegiatan pelatihan bagi anggota TRC di ikuti oleh 30 anggota TRC, kegiatan pelatihan tersebut telah di laksanakan pada tanggal 26 - 27 Juni 2024. 

"Materi pelatihan itu meliputi pelatihan mental, fisik dan kedisiplinan, dimana kami melibatkan personil dari Kodim 14 Pangkalan Bun, dan dalam pelatihan itu kami juga melibatkan tim medis, dimana para peserta di berikan pelatihan agar mereka selalu siap siaga jika terjadi bencana, terutama persiapan penanganan Karhutla, " Kata Martogi Siallagan, Rabu, 17 Juli 2024.

Martogi menjelaskan, Anggota TRC harus selalu siap 24 jam, sehingga baik mental maupun fisik harus kuat, terutama kedisiplinan, dimana anggota TRC harus disiplin dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Dan dalam tugasnya, TRC ini terbagi dalam tiga regu. 

"Saat ini kita telah memasuki musim kemarau, berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, pada musim kemarau kerap muncul titik api (Hot spot), untuk kami mempersiapkan jauh hari personil dan sarana maupun prasarana untuk siap siaga jika terjadi Karhutla," ungkapnya.

--page


Lanjut Martogi, di Kobar sendiri ada tiga Kecamatan yang masuk rawan bencana Karhutla yakni Kecamatan Kumai, Arut Selatan dan Kecamatan Kotawaringin Lama. Sebagai antisipasi terjadinya Karhutla, BPBD Kobar pun telah melakukan sosialisasi pendekatan kepada masyarakat. 


Menurut Martogi, masyarakat melalui pendekatan harus diberikan pemahaman, agar pada saat akan menanam atau membuka lahan jangan dengan cara membakar, karena hal itu ada sanksi hukumnya. Sosialisasi ini terus di galakan setiap ada kegiatan. 

Dalam kesempatan itu, Martogi juga menyampaikan terima kasih kepada TNI, Polri serta relawan, yang selama ini bahu membahu dalam setiap bencana, baik banjir maupun Karhutla, sehingga bencana yang terjadi di Kobar dapat di tangani dengan cepat,karena adanya sinergitas yang tinggi.

"Kami sangat bersyukur, Karhutla yang terjadi di tahun 2023 lalu tidak sampai menimbulkan kabut asap, dan di Kalteng hanya Kobar yang tidak meningkatkan status darurat bencana, meski ada titik api akan tetapi atas kesiapan personil dan sarana prasana, sehingga setiap muncul titik api langsung di padamkan, atas evaluasi itu, personil TRC harus sehat dan siap menghadapi setiap bencana," tuturnya. (DANANG/Y)