BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, menyampaikan bahwa hingga 27 Juli 2024, telah terjadi 23 kali kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Palangka Raya.
Dari 23 kejadian tersebut, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah yang paling banyak terdampak dengan 16 kejadian Karhutla. Sementara itu, Kecamatan Pahandut mencatat 2 kejadian, Sebangau 4 kejadian, Bukit Batu 1 kejadian, dan Rakumpit nihil.
"Akibat kejadian Karhutla tersebut, seluas 9,36 hektar lahan dan hutan di Palangka Raya telah terbakar," ungkapnya.
Pihaknya terus berupaya mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Ia berharap agar jumlah lahan yang terbakar di Palangka Raya tidak terus bertambah.
Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) khususnya Palangka Raya.
--page
"Untuk mencegah Karhutla, diperlukan kekompakan antara pihak pemerintah dengan masyarakat," tegas Budi. (PATHUR/H)









