PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kabupaten Pulang Pisau secara data, sangat rawan terjadinya beberapa bencana seperti banjir, cuaca ekstrim seperti angin puting beliung, kekeringan, dan kebakaran hutan serta lahan.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau malalui Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama  program pascasarjana Universitas Palangka Raya, Senin, 29 Juli 2024.

"Saya menyambut baik pelaksanaan FGD ini, agar semua pihak yang terkait dapat mengikuti dan mempelajarinya dengan seksama, demi terlaksananya kegiatan penyusunan naskah akademik dan draf Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Pulang Pisau tentang penanggulangan bencana," kata Nunu.

Nunu mengharapkan dengan dilaksanakannya FGD ini, seluruh peserta undangan dapat memberikan masukan untuk tim penyusun naskah akademik dan draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Pulang Pisau tentang penanggulangan bencana.

Dengan memperhatikan amanat undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, kata Nunu ditegaskan agar setiap daerah, mempunyai perencanaan pengurangan risiko bencana, melibatkan segenap pemangku kepentingan pembangunan daerah.

--page

"Menindaklanjuti hal tersebut, pada hari ini kita melaksanakan FGD tentang penanggulangan bencana. Tentunya kita berharap, melalui FGD ini, dapat mendapatkan masukan-masukan dari peserta undangan yang berhadir," ujar Nunu. (RETHA/j)