SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Rapat kerja cabang (Rakercab) tahun 2024 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

"Rakercab GAPKI Kalteng akan mengevaluasi dan merencanakan program kerja ke depan," kata Ketua GAPKI Kalteng Syaiful Panigoro, Jumat, 2 Agustus 2024.

Syaiful mengatakan, sampai saat ini industri kelapa sawit di Kalteng khususnya Kotim masih eksis ditengah terpaan gangguan sosial berupa penjarahan, klaim lahan, dan lain-lain. 

Terdapat 1,578 juta hektare lahan sawit di Kalteng dimana 30 persen diantaranya berada di Kotim lebih dari 457.118 hektare.

"Oleh karena itu salah satu alasan Rakercab kita laksanakan di Kotim ini bentuk penghargaan kami karena Kotim memiliki perkebunan sawit terluas di Kalteng," ujarnya. 

--page

Lebih lanjut, saat ini terdapat 202 perusahaan perkebunan sawit di Kalteng namun hanya 118 yang tergabung menjadi anggota GAPKI. Ia berharap 84 perusahaan yang belum menjadi anggota tergerak seperti semboyan yang diangkat pada Rakercab GAPKI 2024 'We are togethere'.

"Kami memang masih jauh dari harapan tapi kita berupaya untuk memfasilitasi anggota kami. Seperti saat ini Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) baru 54 anggota yang sudah memiliki. Dalam waktu dekat kami akan mengadakan klinik ISPO untuk anggota," tandasnya.

Bupati Kotim Halikinnor berkesempatan membuka Rakercab tersebut. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada GAPKI Kalteng yang mempercayakan atau menunjuk Sampit sebagai penyelenggara.

"Garapan kita kegiatan ini akan membawa dampak perekonomian. Kita berharap dengan adanya GAPKI yang berkoordinasi dengan kepala daerah, dunia investasi perkebunan di daerah ini tetap aman dan kondusif serta membawa dampak positif untuk masyarakat," kata Halikinnor. (DEWI PATMALASARI/H)