BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Desa Ipu Mea Kabupaten Barito Timur, Andrianto, mengungkapkan bahwa korban tewas terpanggang dalam tragedi kebakaran 3 buah rumah di RT 02 desa tersebut, merupakan remaja berkebutuhan khusus Frenky (19).
"Korban bernama Frenky, usia 19 tahun. Korban tidak sekolah karena penyandang cacat atau autis," ujarnya melalui pesan Whatsapp, Selasa, 6 Agustus 2024. Sedangkan pemilik rumah atau orang tua korban bernama Pendi Saputra.
Menurut Kades Ipu Mea, korban diduga sedang tidur saat rumah tersebut dilalap api, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.
"Sampai sekarang kami belum tahu penyebab kebakaran. Pemilik rumah juga belum bisa memperkirakan nilai kerugian karena tidak ada sama sekali yang bisa diselamatkan," jelasnya.
Tiga buah rumah di RT 02 Desa Ipu Mea Kecamatan Karusen Janang Kabupaten Barito Timur terbakar sekitar pukul 15.50 WIB, Selasa, 6 Agustus 2024.
--page
Ketua Relawan Mungkur Kandangan (RMK), Apriani Dardi alias Unchuy melaporkan, seorang anak yang terjebak pada salah satu rumah dikabarkan tewas terpanggang.
"Satu korban anak meninggal karena terjebak dalam rumah," ujarnya.
Dia menuturkan, satu buah rumah ludes terbakar, sedangkan dua lainnya terbakar sebanyak 30 persen dan 10 persen.
"Saat berupaya memberikan bantuan, beberapa kendala juga dihadapi petugas pemadam dari relawan gabungan maupun unit pemadam milik BPBD Damkar yakni lokasi kebakaran yang jauh dari pusat kota, jalan rusak maupun sumber air yang sulit dijangkau," ungkap Unchuy.
Pemadaman dilakukan oleh unit BPBD Damkar, RMK, Relawan Matabu Jaya (RMJ), Sulung Rescue, BPK Samuja, RGB, Komsar Pengembara, Rela serta personel TNI, Polri dan warga setempat. (BOLE MALO/j)









