BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Dinkes Provinsi Kalteng) melaksanakan kegiatan pelatihan konseling menyusui selama sepekan atau sejak tanggal 11 - 17 Agustus 2024, bertempat di Neo Hotel Palangka Raya.
Kadinkes Provinsi Kalteng, Suyuti Syamsul menyebut bahwa, tujuan kegiatan tersebut untuk perkembangan gizi untuk mendukung program ASI eksklusif serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Kemudian, untuk mengatasi stunting, program yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan, kader, atau masyarakat dalam memberikan dukungan kepada ibu menyusui.
"Masyarakat perlu didik memahami pentingnya gizi bayi ibu hamil dan balita fokus pada 1000 hari pertama kehidupan, yaitu terhitung sejak konsepsi sehingga anak berusia 2 tahun," katanya, Selas, 13 Agustus 2024.
Dia melanjutkan, pengetahuan tentang manfaat ASI sangat penting termasuk teknik menyusui yang benar dan pentingnya inisiasi menyusui dini (IMD). Kegiatan tersebut juga untuk membekali peserta dalam memberikan informasi yang benar dan berbasis bukti kepada ibu-ibu mengenai ASI eksklusif dan gizi anak.
Menurutnya, mengatasi stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, melibatkan berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
--page
"Pastikan ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang cukup, termasuk suplemen zat besi, asam folat, dan makanan bergizi. Perbaiki pola makan balita dengan memberikan makanan yang kaya akan protein, vitamin dan mineral," anjurnya.
Dia juga mengingatkan pentingnya edukasi ibu dan keluarga mengenai gizi seimbang, kebersihan dan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Pelatihan ini untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan stunting. (MARINI/Y)









