BORNEONEWS, Palangka Raya – Kawasan Taman Boulevard jalan Yos Sudarso yang dinyatakan bebas dari pungutan parkir oleh Pemkot Palangka Raya, kenyataannya justru terbalik. Masih saja ada pungutan liar yang tentunya oleh juru parkir (jukir) liar kepada siapapun yang memarkir kendaraan di kawasan itu.
Kondisi ini sungguh aneh, karena sudah berulang kali jukir-jukir nakal di seputar kawasan yang dulunya PKL malam itu, diciduk oleh aparat baik dari Dinas Perhubungan (Dishub) kota maupun kepolisian Resort Palangka Raya. Ini seakan menggariskan betapa tidak berdayanya aparat Pemkot ‘mengamankan’ keputusannya sendiri menjadikan kawasan itu bebas dari pungutan parkir.
“Masih saja yang suka narik mas, apalagi kalau malam. Kalau gak dikasih, takutnya ada apa-apa. Misalnya kekerasan fisiklah, padahal hanya gara-gara Rp 2 ribu,” ungkap salah satu pengendara yang dibincangi Borneonews usai keluar dari area taman.
Tidak hanya kepada masyarakat umum, wartawan pun menjadi korban beberapa jukir itu. Bahkan ada salah satu jurnalis yang biasa mangkal di Balaikota, sampai hampir berkelahi hanya gara-gara memperdebatkan aturan perparikiran yang sudah dinyatakan gratis itu. “Kami coba debat dengan si Jukir, bahkan kami bentak karena berani narik parkir. Namun daripada ada kawanan mereka yang melihat adegan ini lalu kami dikeroyok, mending ngasih uang lalu kabur,” tuturnya menyesalkan. (RZ/*)








