BORNEONEWS, Palangka Raya - Dua sekolah dasar di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menjadi langganan juara di Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk sekolah dasar (SD). Keduanya, SDN 4 Menteng dan SDN 11 Langkai. Terbaru, siswa mereka memenangi OSN SD tingkat nasional di Palembang, Mei 2016.
Siswa SDN 4 Menteng, M Adyan Dafi mendapat medali emas dan siswa SDN 11 Langkai, Ikko Noriko mendapat medali perak. Keduanya kini sedang digodok untuk siap tampil di Olimpiade Sains tingkat internasional. Kepala seksi pada Bidang pendidikan Dasar Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kota Palangka Raya, Esra menuturkan, pihaknya saat ini menyiapkan pelatih untuk meningkatkan mental bertanding mereka.
Esra menyebutkan, dua sekolah di Palangka Raya itu di tingkat nasional sudah menjadi langganan juara OSN. Kalau di tingkat nasional, kata dia, sering dapat emas. Tahun lalu ada juga yang sampai ke tingkat nasional, dari dua SDN itu, memang langganan juara mewakili provinsi dan berlanjut nasional. Saat ini, pihaknya menyiapkan sekolah itu untuk bertanding di tingkat dunia, kemungkinan di India.
“Saat ini kita berikan motivasi dan siapkan tenaga pelatih. Mereka sudah siap sebenarnya, tinggal siapkan mental bertanding. Kita berkaca dua tahun lalu, ada dari SD 11 Langkai sampai dua kali seleksi nasional masuk, tapi pas di akhir malah jatuh sakit sehingga gagal,” kata Esra kepada Borneonews, Senin (27/6/2016).
Esra menuturkan sejumlah alasan melatarbelakangi sehingga dua sekolah di Palangka Raya itu menjadi langganan juara olimpiade sains. Pertama, karena di dua sekolah tersebut memang ada kelompok belajar sains, dipandu guru-guru sains. Kedua, memang dorongan dari orang tua siswa yang cukup kuat. Apalagi dari sisi penddikan dan ekonomi orang tua juga mendukung.
“Faktor dorongan dari orang tua itu yang utama. Dari pengalaman yang selama ini, memang siswa berprestasi itu misalnya anak dari guru atau dosen, atau paling tidak orang tuanya berpendidikan sehingga dorongan di rumah kuat. Kalau ortunya faham dengan pendidikan, akan selalu mendorong anaknya sehingga tidak bergantung dengan pembelajaran sekolah saja. Sebagian mereka juga les di luar itu tidak bisa dipungkiri,” terang dia.
Hanya sebagai catatan, kata Esra, olimpiade SD yang mempertandingkan kemampuan bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA) itu, Palangka Raya unggul di bidang IPA saja. Sedangkan bidang matematika selalu kalah bersaing. “ Kalau yang langganan itu bidang IPA, kalau matematika kurang.Ini yang harus jadi perhatian,”
Sebagai penghargaan, ia menyebut Disdikbud telah menyiapkan uang pembinaan sebagai motivasi agar terus berkarya, termasuk sebagai contoh motivasi bagi adik kelasnya. Selain itu, saat tes masuk ke jenjang SMP, akan dapat tiket masuk gratis sebab ada kuota 15% dari jalur prestasi. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).








