BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah memprakirakan bahwa secara keseluruhan tahun 2024 inflasi diprakirakan berada di rentang 2,5±1 persen yoy.
"Secara keseluruhan tahun 2024 inflasi diprakirakan berada di rentang 2,5±1 persen yoy," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Yuliansah Andrias pada Minggu, 25 Agustus 2024.
Inflasi yang terkendali, kata Andri, terutama didorong oleh optimalisasi peran TPID melalui berbagai kegiatan pengendalian inflasi.
"Seperti rakor atau rapat koordinasi, sidak dan pasar murah serta kebijakan impor bahan pangan/perluasan KAD atau Kerjasama Antar Daerah," tuturnya lagi.
Selain itu, katanya, sinergi program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan atau GNPIP untuk penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan komoditas unggulan seperti IR42 dan program digital farming.
--page
"Di sisi lain, risiko peningkatan harga komoditas energi karena ketidakpastian global akibat berlanjutnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan Rusia- Ukraina, perlu menjadi perhatian lebih lanjut, menyusul adanya kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM, khususnya jenis non subsidi pada 2 Agustus 2024, meliputi produk BBM pertamax turbo, pertamax green 95, dexlite dan juga pertamina dex," paparnya.
Dia menambahkan, transmisi kenaikan harga BBM akan berdampak pada kenaikan biaya angkut komoditas terkait. (TESTI PRISCILLA/y)









