PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemantauan revitalisasi Bahasa Daerah kembali dilakukan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 ini. Kali ini, revitalisasi bahasa daerah di Kabupaten Seruyan lah yang dipantau.

"Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan pemantauan revitalisasi bahasa daerah di empat sekolah di Kabupaten Seruyan," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalteng, Muhammad Muis pada Jumat, 30 Agustus 2024.

Sekolah yang terlibat dalam revitalisasi bahasa daerah ini, kata Muis, adalah SDN 1 Kuala Pembuang I, SDN 3 Kuala Pembuang II, SMPN 1 Kuala Pembuang, dan SMPN 1 Seruyan Hilir Timur.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis bersama stafnya, turut serta dalam pemantauan ini. Mereka didampingi oleh koordinator guru utama dari Dinas Pendidikan Kabupaten Seruyan.

"Selama pemantauan, siswa dan siswi di masing-masing sekolah menampilkan hasil pembelajaran bahasa Dayak Ngaju. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan bahasa daerah," tutur Muis lagi.

Muis menyampaikan bahwa revitalisasi bahasa daerah bukan hanya untuk festival, tetapi juga untuk memperkuat bahasa dan sastra agar semakin dekat dengan anak-anak dan penutur muda. Dukungan dari pemerintah daerah sangat penting dalam upaya ini.

"Dalam rangkaian revitalisasi bahasa daerah, ada tiga prinsip yang dijalankan. Pertama, fokus pada bahasa-bahasa yang telah ada dalam Peta Bahasa Daerah Indonesia. Kedua, sinergi dengan dukungan dari pemerintah daerah, praktisi, dan bahasawan. Ketiga, keberlanjutan dengan memastikan bahasa-bahasa yang telah direvitalisasi tetap berkelanjutan," bebernya lagi.

Muis menjelaskan bahwa Kalimantan Tengah memiliki 27 bahasa dan ratusan dialek serta subdialek. Kekayaan budaya ini harus dikelola dan dipelihara agar tetap lestari. (TESTI PRISCILLA/H)