BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aksi balapan liar (bali) yang marak di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), pasar taruhannyai bisa mencapai Rp50 juta.

Angka tersebut kemungkinan bisa menjadi lebih besar nilainya. Menurut informasi, pasar taruhan itu  dibiayai oleh orang-orang berduit yang hobi balapan.

Menurut sumber Borneonews, yang juga mekanik salah satu bengkel di Kota Pangkalan Bun, sebut saja Gino,  angka taruhan yang dipasang dalam balapan liar (drag race) berkisar paling rendah Rp2 juta hingga yang tertinggi Rp50 juta dengan jarak tempuh 200 meter.Sementara joki balapan (pengendara) mendapat bagian 20 persen dari total nilai taruhan.

Selain taruhan tersebut, biasanya penonton juga akan ikut taruhan atau biasa dikenal dikalangan mereka dengan istilah taruhan pinggiran. Nilainya pun bervariatif antara Rp100.000 hingga Rp500.000. Apabila joki yang dijagokan menang, mereka mendapat sesuai uang yang berikan.

Biasanya, balapan akan digelar pada tengah malam. Titik lokasi balapan saat ini menurutnya sudah berubah tren tidak lagi diperkotaan tetapi ke pinggiran kota seperti di Pelabuhan Kalap arah Sungai Tendang, Sungai Sintuk, dan Sampuraga Baru.

"Mereka memilih pinggiran kota mempertimbangkan sisi keamanan dan tidak terpantau pihak berwajib," kata Gino, di bengkelnya, Senin (18/7/2016).

Lanjut Gino, selain dibiayai oleh orang-orang berduit yang gila balapan, terkadang sejumlah bengkel besar berani membiayai setting kendaraan hingga uang taruhan. Bengkel ini berani berspekulasi karena apabila balapan dimenangkan oleh mereka secara tidak langsung akan mempromosikan bengkelnya. Basanya banyak anak-anak muda yang ingin kendaraannya berlari cepat menyambangi bengkel tersebut.

"Untuk menaikan nilai jual bengkelnya juga, kan? Kalau menang nama bengkel itu menjadi perbincangan dan banyak yang datang," ungkap dia.

Bagi profesional, kalau nilai taruhannya besar maka mereka berani mendatangkan pebalap (joki) dari Pulau Jawa. Biasanya joki ini akan ditanggung akomodasi dan transportasinya. 

Saat ditanyai dalam aksi balapan tersebut apakah ada beking aparat, dengan tegas Gino menjawab, kadang ada namun tidak semua berlangsungnya balapan dibekingi aparat.

"Kalau nilainya besar ada beking oknum aparat," ujar dia tanpa menyebutkan kesatuannya.

Dalam beraksi para pebalap ini tidak menggunakan bodypack atau pun helm, kadang mereka pun hanya menggunakan sandal, celana pendek dan kaos. 

Baru-baru ini Kasatlantas Polres Kobar, mengingatkan bahwa pertengahan bulan Juli 2016 ini akan dilaksanakan Operasi Bulan Tertib Lalulintas. Salah satu penindakan dalam operasi tersebut adalah penindakan terhadap pelaku balapan liar. Sanksinya hingga ke penyitaan kendaraan bermotor. (KOKO SULISTYO/m)