BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Dianggap meresahkan dan mengganggu ketertiban, sejumlah pembalap liar diringkus oleh jajaran aparat kepolisian setempat ketika melakukan balapan di jalanan Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Minggu (31/7) dini hari.
"Kita mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa sedang ada balapan liar di Jalan Ahmad Yani (Bundaran 1). Dengan segera kita perintahkan anggota yang sedang piket dan berpatroli untuk menghentikan dan mengamankan para pembalap liar tersebut," kata Kepala Bagian Operasi Polres Seruyan Ajun Komisaris Polisi Masharsono.
Ia mengatakan, pihaknya juga berhasil meringkus sejumlah pembalap beserta teman-temannya yang turut serta dalam kegiatan berbahaya tersebut. Selain meringkus pelaku, pihaknya juga berhasil menahan sejumlah kendaraan roda dua yang dipakai untuk beraksi di jalanan.
"Selain kita meringkus dan mengamankan pelaku dan teman-temannya, kita juga mengamankan sepeda motornya," katanya.
Para pemuda yang diringkus itu sempat dikumpulkan terlebih dahulu untuk diberikan hukuman berupa push up di pinggir jalan. Setelah dihukum para pemuda beserta kendaraannya dibawa ke kantor polisi setempat untuk dimintai keterangan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Mereka akan kita kenakan tilang karena melakukan balapan liar dan tidak memiliki kelengkapan berkendara seperti SIM, karena mereka rata-rata masih pelajar dan dibawah umur," katanya.
Perwira polisi berpangkat balok tiga emas itu menegaskan, pihaknya tidak akan segan untuk menindak siapa saja yang dianggap meresahkan dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kabtibmas). Terlebih kegiatan yang dilakukan itu adalah kegiatan yang melanggar hukum dan ilegal.
"Kita akan tindak semua yang mengganggu kamtibmas dan mengacaukan kondisi yang dan situasi yang kondusif ini," kata mantan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kotawaringin Timur ini.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sedikitnya belasan pemuda beramai-ramai menggelar aksi kebut-kebutan liar di jalanan protokol, yakni Jalan Ahmad Yani (Bundaran 1) dan Jalan Dr Adam Malik. Dengan menggunakan motor modifikasi standar dan hanya menggunakan perlengkapan keselamatan berupa helm serta bermodalkan nyali. Para pembalap liar ini dengan semangatnya menggeber tunggangannya.
Lintasan berbentuk letter 'L' dijadikan arena memacu adrenalin dan kemampuan menguasai sepeda motor yang rata-rata dibawah 150 CC. Aksi balapan liar (Bali) itupun menarik perhatian para remaja yang usai bermalam mingguan.
Mengetahui kehadiran petugas dengan menggunakan motor patroli, pembalap dan penonton pun kocar-kacir melarikan diri. Bahkan, ketika diakukan penyisiran di sekitar lokasi. Banyak pemuda yang ddapati tengah bersembuyi di beberapa bangunan kosong dan kolong rumah warga setempat. (FREDY MANSYUR HUDA/m)








