BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial SA di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat, nekat jualan sabu. Hasil penjualan sabu itu digunakan untuk biaya pengobatan anaknya yang menderita penyakit jantung.
Menurut SA, saat ini anaknya sudah berumur 2,5 tahun. Anaknya sudah menderita penyakit jantung sejak lahir. Ia mengaku membutuhkan uang Rp35 juta untuk biaya operasi jantung anaknya.
"Saya memang butuh uang banyak dan cepat untuk operasi jantung anak saya. Jadi saya terpaksa jualan barang haram ini." akunya di Mapolres Kobar, Selasa (2/8/2016)
Ditambah lagi, lanjut SA, suaminya saat ini berada di dalam lapas. Sang suami juga dijebloskan ke penjara karena terjerat kasus narkoba. Suaminya itu diganjar dengan hukuman penjara lima tahun. "Anak ini masih menyusui. Jadi butuh banyak biaya. Bapaknya masih di penjara," kata dia.
Sementara itu, SA diamankan Satres Narkoba Polres Kotawaringin Barat (Kobar), di barakannya Jalan Bayangkara, Kelurahan Madurejo Rt 07, Pangkalan Bun, Kamis (23/6) pada pukul 14.00 WIB. Saat digeledah kediamannya, polisi menemukan barang bukti berupa 20 paket sabu seberat 9,3 gram.
"Sangat disayangkan perbuatan SA itu. Tapi kami terpaksa harus mengamankannya dan memprosesnya secara hukum," kata Kapolres Kobar, AKBP Heska Wahyu Widodo.
Kapolres menjelaskan, pengakuan tersangka barang haram tersebut dibeli dari seseorang yang identitasnya sudah diketahui dan saat ini sedang dalam pengejaran. Untuk barang bukti sudah disita dia ntaranya, 20 paket sabu siap jual berat kotor 9.3 gram, berat bersih 6,7 gram, alat hisap bong, timbangan digital, dua pak klip plastik, dua sendok sedotan dan gunting.
"Sabu tersebut siap jual dengan harga bervariasi mulai dari Rp200 ribu sampai Rp1 juta per paket," ujarnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka terpaksa dijerat dengan pasal 114 (1) jo pasal 112 (1) UU nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.
"Imbauan kepada segenap masyarakat mari jauhi narkoba, karena sekali mencoba akan hancur kehidupan masa depan dan juga pelajaran bagi ibu-ibu yang lain, karena masih banyak jalan rezeki yang diberikan Allah swt. Sekali lg jauhi Narkoba," pintanya AKBP Heska. (CECEP HERDI/m)








