BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menggelar ajang bergengsi, Selebrasi Krida Duta Bahasa, pada Senin, 23 September 2024 di Palangka Raya. Acara ini menyasar para aktivis sekolah dan aktivis kampus dengan tujuan membangkitkan semangat pelestarian dan pengembangan bahasa Indonesia di kalangan generasi muda.
"Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa sekolah menengah dan mahasiswa dari berbagai kampus. Mereka berpartisipasi dalam berbagai penampilan, mulai dari karungut, pidato, konten media sosial berbahasa daerah, infografik, hingga film pendek," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis.
Muis kemudian menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya pihaknya dalam mendukung program literasi kebahasaan dan kesastraan. Ia menekankan pentingnya peran aktivis bahasa dalam mempromosikan penggunaan bahasa yang baik dan benar di kalangan pemuda.
"Kami berharap, melalui acara ini para peserta dapat semakin mencintai bahasa Indonesia dan termotivasi untuk menjadi agen perubahan dalam pelestarian bahasa kita," ujarnya.
--page
Peserta antusias mengikuti setiap sesi. Banyak dari mereka menyatakan bahwa acara ini memberikan wawasan baru dan motivasi untuk menjadi duta bahasa yang lebih baik.
"Melalui Selebrasi Krida Duta Bahasa ini, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat membangkitkan semangat generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan bahasa serta budaya Indonesia," tutur Muis lagi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda dan Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah, Tirta mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.
"Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran generasi muda untuk mengutamakan bahasa Indonesia, menguasai bahasa asing, dan melestarikan bahasa daerah," tutur Tirta pada kesempatan yang sama.
Tirta berharap bahwa dengan digelarnya Selebrasi Krida Duta Bahasa ini dapat lebih meningkatkan kesadaran masyarakat, terkhusus generasi muda, akan pentingnya bahasa dan budaya, serta memperkuat identitas nasional di tengah arus globalisasi. (TESTI PRISCILLA/j)









