BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, Sugiyanto, mengungkapkan bahwa populasi anjing di kota ini mencapai 10.162 ekor. Dari jumlah tersebut, minimal 80 persen anjing harus divaksinasi untuk mencegah penyebaran penyakit rabies. Namun, hingga saat ini, baru 4.624 ekor atau sekitar 51 persen yang telah divaksinasi.
Sugiyanto optimis bahwa target vaksinasi akan tercapai pada bulan Desember mendatang.
"Kami menargetkan setidaknya 9.000 ekor anjing sudah divaksinasi pada akhir tahun ini," kata Sugiyanto menyampaikan sambutan dalam Peringatan Hari Rabies Sedunia pada Sabtu, 28 September 2024.
Upaya ini merupakan bagian dari program pemerintah kota untuk memastikan kesehatan hewan peliharaan dan melindungi masyarakat dari risiko penyakit zoonosis.
Selama sepuluh tahun terakhir, katanya, Palangka Raya berhasil mempertahankan status bebas rabies. Tidak ada kasus positif rabies yang ditemukan baik pada hewan maupun manusia.
"Ini adalah hasil dari kerja keras dan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan para pemilik hewan peliharaan," tambah Sugiyanto.
Untuk mencapai target vaksinasi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya telah melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah dengan mengadakan kampanye vaksinasi massal di berbagai kelurahan. Selain itu, penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi hewan peliharaan juga terus digalakkan.
Sugiyanto mengajak seluruh pemilik anjing di Palangka Raya untuk berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi ini.
"Dengan vaksinasi, kita tidak hanya melindungi hewan peliharaan kita, tetapi juga menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh warga kota," tegasnya.
Keberhasilan program vaksinasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pencegahan penyakit zoonosis. Palangka Raya terus berkomitmen untuk menjaga kesehatan hewan dan manusia melalui program-program kesehatan yang berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)









