BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo, mengajak masyarakat, khususnya remaja putri, untuk mencegah anemia dengan rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
Anemia pada remaja putri berisiko menyebabkan komplikasi serius saat kehamilan, seperti kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur, berat bayi lahir rendah (BBLR), hingga stunting.
"Anemia merupakan masalah kesehatan yang serius, terutama pada remaja putri, remaja putri yang menderita anemia ketika menjadi ibu hamil berisiko mengalami komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi." katanya, Minggu, 6 Oktober 2024.
Untuk mencegah anemia, Andjar Hari Purnomo menganjurkan remaja putri untuk mengonsumsi TTD satu tablet seminggu sekali, tTD mengandung zat besi yang penting untuk pembentukan sel darah merah.
Dengan mengonsumsi TTD secara teratur, kadar zat besi dalam tubuh dapat terpenuhi dan risiko anemia dapat dicegah. Namun, Andjar Hari Purnomo juga mengingatkan bahwa konsumsi TTD harus dilakukan dengan tepat.
"Jangan minum TTD saat perut kosong, konsumsi buah-buahan yang kaya vitamin C, seperti jeruk, pepaya, dan mangga, sebelum atau sesudah minum TTD, karena vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi." tegasnya.
Selain itu, Andjar Hari Purnomo juga menyarankan untuk minum TTD dengan air putih dan mengonsumsi makanan gizi seimbang sebelum minum TTD, hindari minum TTD dengan teh, kopi, atau susu, karena dapat menghambat penyerapan zat besi.
"Dengan menerapkan tips konsumsi TTD yang tepat, kita dapat membantu mencegah anemia dan memastikan kesehatan ibu dan bayi," pungkas Andjar Hari Purnomo. (PATHUR/H)









