BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menekankan pentingnya penegakan integritas di kalangan pegawai perusahaan mitra yang bekerja di OJK. Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, menyampaikan hal ini dalam sambutannya pada kegiatan diseminasi penguatan Integritas bertema Integritas Gasss yang diadakan secara hybrid dan diikuti oleh lebih dari 800 tenaga harian outsourcing atau THOS di seluruh kantor OJK, termasuk di kantor daerah seperti Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai perusahaan mitra OJK, seperti Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) OJK, Dana Pensiun Pegawai OJK, dan Koperasi Pegawai OJK. Sophia menegaskan bahwa upaya penegakan integritas tidak hanya ditujukan kepada pegawai organik, tetapi juga kepada seluruh THOS dari pihak ketiga yang bekerja di seluruh kantor OJK agar memiliki pemahaman yang sama mengenai standar integritas di OJK.
Dalam kesempatan tersebut, Sophia mengingatkan seluruh mitra untuk menghindari faktor-faktor yang dapat mendorong terjadinya fraud. Berdasarkan riset dari Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) tahun 2024, gaya hidup berlebihan seperti bermewah-mewah dapat menjadi pemicu terjadinya fraud.
"Ini sejalan dengan beberapa kasus fraud yang terjadi di Indonesia," kata Sophia dalam rilisnya pada Kamis, 10 Oktober 2024.
Sophia juga menekankan bahwa integritas harus dibangun mulai dari diri sendiri dan ditularkan ke lingkungan sekitar, mulai dari keluarga hingga masyarakat.
"Kami berharap selain penerapan perilaku berintegritas di pegawai OJK, seperti jujur, hidup sederhana, bertanggung jawab, dan bekerja keras, perlu ditambah dukungan keluarga yang menolak korupsi. Itu semua akan membatalkan niat dan menghapuskan tindak korupsi di lingkungan OJK," tegasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Roadshow Governansi OJK yang bertujuan untuk memperkuat komitmen integritas bersama dan zero tolerance terhadap fraud. Forum diskusi ini menjadi wadah bagi OJK dan para mitra untuk berbagi pandangan dan strategi dalam menjaga integritas di lingkungan kerja.
OJK berkomitmen untuk terus memperkuat governansi dan integritas, baik di kalangan pegawai organik maupun para mitra, sebagai satu keluarga besar.
"Langkah ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya sektor jasa keuangan yang berdaya saing, berperan optimal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya. (TESTI PRISCILLA/H)









