PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam upaya meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan pemerintahan, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah memberikan penghargaan kepada lima lembaga pemerintah yang berhasil mengutamakan bahasa negara dalam kegiatan sehari-hari.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis dalam acara Evaluasi dan Apresiasi Pembinaan Lembaga dalam Pengutamaan Bahasa Negara baru-baru ini.

Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya meraih penghargaan sebagai Terbaik I dalam kategori Lembaga Pemerintah.

"Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Pengutamaan bahasa negara adalah bagian penting dari identitas nasional kita," ujar Muis.

Muis menambahkan bahwa penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi lembaga-lembaga lain untuk lebih aktif dalam mengutamakan bahasa Indonesia.

Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya mendapatkan penghargaan sebagai Terbaik II. Lembaga ini dinilai berhasil menerapkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam semua aspek administrasi dan komunikasi.

"Penggunaan bahasa yang baik di lingkungan pendidikan sangat penting untuk membentuk generasi muda yang cinta bahasa dan budaya Indonesia," kata Muis lagi.

Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah meraih posisi Terbaik III. Lembaga ini dinilai aktif dalam mempromosikan literasi dan penggunaan bahasa Indonesia melalui berbagai program dan kegiatan.

"Perpustakaan dan arsip adalah gudang ilmu pengetahuan. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik di sini sangat krusial," tambahnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah mendapatkan penghargaan sebagai Terbaik IV. Lembaga ini dinilai berhasil mengintegrasikan penggunaan bahasa Indonesia dalam promosi budaya dan pariwisata.

"Budaya dan bahasa adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kami bangga dengan upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata," ujarnya.

Terakhir, Kantor Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah meraih penghargaan sebagai Terbaik V. Lembaga ini dinilai konsisten dalam menggunakan bahasa Indonesia dalam semua kegiatan keagamaan dan administrasi.

"Penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan keagamaan membantu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," tutur Muis. (TESTI PRISCILLA/H)