BORNEONEWS, Palangka Raya - Rumah Baca Bahijau menggelar Lokakarya dan Apresiasi Menulis Puisi dengan tema "Generasi Muda dan Masyarakat Maju Berdaya dengan Literasi untuk Indonesia Emas". Acara ini berlangsung di aula Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Jalan Imam Bonjol Palangka Raya pada Sabtu, 20 Oktober 2024.
Para peserta yang terdiri atas siswa SMA, mahasiswa, guru, dan pegiat literasi mengikuti kegiatan dengan penuh antusiasme. Mereka tetap santai namun serius dalam menyimak materi yang disampaikan.
Widyabasa Balai Bahasa Provinsi Kalteng, Kambang memaparkan sejarah dan teori praktis puisi.
"Puisi sudah ada sejak 2000 SM dengan beragam syair dan lagu rakyat yang mulai tumbuh," kata Kambang.
Seiring waktu, lanjutnya, penulisan puisi terus berkembang di Indonesia dengan tokoh-tokoh seperti Rustam Effendi, Sanusi Pane, Amir Hamzah, dan Chairil Anwar. Mereka telah menguatkan fondasi puisi Indonesia melalui karya-karyanya.
"Beragam jenis puisi seperti naratif, reflektif, inspiratif, dan pamflet ditulis oleh para penyair. W.S. Rendra dikenal sebagai tokoh puisi pamflet yang berisi kritik sosial," katanya lagi.
Selain membaca, lanjutnya, menulis puisi secara konsisten juga penting. Proses kreatif menulis puisi melibatkan refleksi perasaan, pengamatan lingkungan, dan pengembangan ide melalui pilihan kata. (TESTI PRISCILLA/j)









