PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis mengatakan bahwa peran bahasa Indonesia sebagai simbol persatuan sudah ada sejak Sumpah Pemuda dikumandangkan 96 tahun yang lalu.

Hal ini disampaikannya dalam acara Semarak Bulan Bahasa 2024 dengan tema "Berbahasa Cerdas, Generasi Emas" di Best Western Hotel, Palangka Raya pada Selasa, 22 Oktober 2024.

Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga para pegiat bahasa dan sastra, dengan tujuan memperkuat kesadaran berbahasa yang baik dan benar di kalangan generasi muda.

"Indonesia ini memiliki lebih dari 13.000 pulau dan aneka suku bangsa bisa hidup rukun. Bagaimana mungkin? Saya meyakini ini karena orang Indonesia ini baik. Karenanya Bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan tidak pernah dipertanyakan," ujar Muis.

Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif seperti penampilan pidato, musikalisasi puisi,karungut, komedi tunggal, dongeng, menyanyi, serta penampilan para Duta Bahasa Kalteng. Selain itu, Gelar Wicara yang diisi penyampaian dialog oleh Kepala Balai Bahasa Kalteng, Muhammad Muis dan Kasubbag Umum Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, R Hery Budhiono. Para peserta, yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa, menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi.

Muhammad Muis juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam memajukan bahasa Indonesia.

"Tidak pernah ada misalnya orang Jawa bertanya kenapa bukan bahasa Jawa yang menjadi bahasa nasional, tetapi di kita tidak pernah ada seperti itu. Ini menunjukkan betapa pentingnya bahasa dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan berbagai inisiatif baru dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.

"Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program yang dapat meningkatkan kemampuan berbahasa masyarakat, terutama generasi muda. Salah satunya adalah program literasi digital yang akan segera diluncurkan," ungkap Muis.

Semarak Bulan Bahasa 2024 diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kemampuan berbahasa dan menjadikan bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa. (TESTI PRISCILLA/j)