PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau Gapki Cabang Kalteng, Dr Rawing Rambang menegaskan pentingnya tindakan tegas terhadap penjarah buah sawit. Menurutnya, penjarahan ini tidak hanya merugikan pemilik kebun tetapi juga mengganggu stabilitas ekonomi daerah.

"Kami mengajak pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang," kata Rawing kepada Borneonews pada Jumat, 25 Oktober 2024.

Penjarahan buah sawit telah menjadi masalah serius di berbagai daerah di Kalimantan Tengah. Para penjarah sering kali beroperasi dengan cara yang terorganisir, menyebabkan kerugian besar bagi para petani dan pengusaha sawit. Rawing Rambang menekankan bahwa tindakan ini tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga mengancam keberlangsungan industri sawit yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah.

"Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, kami mengusulkan beberapa langkah konkret. Pertama peningkatan patroli keamanan di sekitar perkebunan sawit. Hal ini diharapkan dapat mencegah penjarah melakukan aksinya," tutur Rawing lagi.

Kedua, ia mengusulkan penggunaan teknologi seperti kamera pengawas dan drone untuk memantau aktivitas di perkebunan.

Selain itu, Rawing Rambang juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat setempat. Menurutnya, dengan adanya kerjasama yang baik, penjarahan buah sawit dapat diminimalisir. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar perkebunan.

--page

Rawing Rambang juga menyoroti perlunya penegakan hukum yang lebih tegas terhadap para penjarah. Ia menyarankan agar pelaku penjarahan diberikan hukuman yang setimpal untuk memberikan efek jera.

"Tanpa adanya penegakan hukum yang tegas, para penjarah akan terus merasa bebas melakukan aksinya," tegas Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng ini.

Dalam konteks yang lebih luas, Rawing Rambang mengingatkan bahwa penjarahan buah sawit tidak hanya berdampak pada ekonomi lokal tetapi juga pada citra daerah. Ia menekankan bahwa Kalimantan Tengah harus dikenal sebagai daerah yang aman dan kondusif untuk investasi, bukan sebagai daerah yang rawan penjarahan.

"Sebagai langkah preventif, kita juga mengusulkan program edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan perkebunan. Kami percaya bahwa dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, kasus penjarahan dapat dikurangi secara signifikan," sarannya.

Terakhir, Rawing Rambang mengajak seluruh pihak untuk bersatu dalam menghadapi masalah ini. Ia yakin bahwa dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, penjarahan buah sawit dapat diatasi dan stabilitas ekonomi daerah dapat terjaga.(TESTI PRISCILLA)/Y