BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan kegiatan Uji Keterbacaan Cerita Dwibahasa di Kabupaten Barito Utara pada tanggal 24-25 Oktober 2024. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Syahmiludin A Surapati.
"Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas literasi di kalangan siswa," kata Syahmiludin dalam rilis Balai Bahasa pada Jumat, 25 Oktober 2024.
Peserta kegiatan ini terdiri dari siswa kelas 3 hingga kelas 6 serta guru dari 20 SD di wilayah Kabupaten Barito Utara. Mereka berpartisipasi aktif dalam mengisi kuesioner yang disediakan oleh panitia. Kuesioner ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan yang akan digunakan dalam penyempurnaan buku cerita dwibahasa yang akan diterbitkan.
Selama dua hari, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk menguji keterbacaan cerita dwibahasa. Mereka membaca dan memberikan penilaian terhadap cerita yang disajikan. Hasil dari penilaian ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim penyusun buku.
"Kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga guru yang berperan sebagai pendamping dan pengawas," katanya lagi.
Guru-guru tersebut memberikan panduan dan membantu siswa dalam mengisi kuesioner. Partisipasi aktif dari guru diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif dalam penyempurnaan buku.
Pada akhir kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiludin A Surapati, kembali hadir untuk menutup acara. Dalam penutupan, Syahmiludin menyampaikan harapannya agar buku yang akan diterbitkan dapat memenuhi standar kualitas yang diharapkan dan bermanfaat bagi peningkatan literasi siswa.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kualitas buku cerita dwibahasa yang akan diterbitkan dapat lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan pembaca. Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan literasi di daerah.(TESTI PRISCILLA/j)









